ketika aku memilih berbicara lewat tulisan...

Thursday, April 14, 2016

Bisakah Kalian Berhenti Menanyakannya?



Entah kamu orang yang keberapa dari mereka yang sebelumnya juga telah menanyakan hal itu padaku. Dan ini kesekian kalianya aku harus terpaksa tersenyum sambil menjawab “belum.” Terpaksa? Kenapa aku harus terpaksa? Iya. Pertanyaan itu awalnya biasa saja di telingaku. Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak yang menanyakannya semakin membuat sesak di dada.
Tak jarang aku berfikir, sudah teramat tua kah aku untuk sendiri? Sehingga kamu dan mereka seolah menganggap “aneh” di usiaku yang dua tahun lagi memasuki seperempat abad ini masih sendiri? Demikiankah? Atau apa yang ada di fikiran kalian? Coba jelaskan, aku ingin mengerti.
Jangan tanya kenapa, karena bahkan aku sendiri tak tahu. Menikah? Siapa yang tak mau. Aku juga sama sepertimu, pun ingin seperti kalian. Bersatu membangun keluarga bersama jodoh pilihan-Nya. Mengandung buah hati, lalu melahirkannya. Sempurna sudah hidup seorang wanita kala itu.
Tapi, aku bisa apa saat ini? Saat Tuhan masih enggan mempertemukanku dengannya. Sekarang Tuhan masih ingin aku sendiri. Mungkin aku belum layak disandingkan dengannya. Atau entah alasan apa lagi aku pun tak tahu. Aku mungkin memang tidak seberuntung kalian yang telah lebih dulu menikah. Tapi, bukankah menikah itu bukan sebuah perlombaan?
Kalian mungkin tidak pernah ada di posisiku. Aku mengerti jika kalian tidak memahami perasaanku. Tapi aku minta, berhentilah menanyakan itu. Sebab aku sendiri tak mampu menjawabnya. Terimakasih, mungkin itu adalah wujud peduli kalian padaku. Tapi percayalah, tiap tanya yang kalian lontarkan itu menambah sesak di dada. Dan sering membuatku bergumam dalam hati, Tuhan…aku juga ingin menikah.



#OneDayOnePost

Read More

Tuesday, April 5, 2016

My Prince Charming

Ceritanya ini tuh sedikit lanjutan dari cerbung aku kemarin (baca yaa), hihi...
agak aneh sih, kayak bukan cerpen. malah jadi kayak semacam cerita ahah..
biarin ahh, check this out ^^





Gagah adalah orang yang kukenal lima tahun lalu. Saat aku masuk kuliah, dia sudah di tingkat akhir. Tak banyak interaksi diantara kami selama satu tahun belajar di kampus yang sama. Hanya pernah sama-sama menjadi panitia acara buka bersama dan mengikuti acara bakti sosial yang diadakan oleh kampus.
            Tapi entah mengapa aku memiliki perasaan yang berbeda kepadanya. Ya, aku tertarik dengan Gagah. Dia lelaki yang dewasa, pintar dan humoris, aku suka. Gagah juga sosok yang supel, ramah, dan sopan. Meskipun yang kutahu dia adalah seorang piatu dari kecil. Tapi dia berhasil tumbuh menjadi lelaki yang berkepribadian baik, aku salut.
            Awalnya, aku kira ini hanya rasa kagum kepada kakak tingkat. Tapi nyatanya sejak Gagah lulus dan wisuda aku merasa ada yang hilang. Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku selalu berusaha menepis pikiran tentang Gagah. Apalagi salama ini dia juga tidak pernah memberikan sinyal apapun. Impianku untuk menikah setelah wisuda tidak terwujud. Aku belum menemukan lelaki lain yang membuat aku tertarik. Sejauh ini Gagah masih yang terbaik.
            Setahun bekerja membuatku mulai melupakan keinginanku untuk menikah. Aku mencoba meyakini saja bahwa suatu hari nanti jodohku pasti akan datang. Dan benar saja, hari itu entah mimpi apa aku malamnya tiba-tiba aku mendapat proposal ta’aruf. Aku bahkan nyaris tak percaya pengirim proposal itu adalah Gagah.
            Betapa bodohnya aku selama ini tidak pernah tahu bahwa Perwira adalah nama lengkap Gagah. Ya Tuhan mengapa Engkau begitu sudi mengirim seorang Gagah Perwira untukku. Andai ada kata yang lebih dari Alhamdulillah untuk memanjatkan syukurku ini.
            Proses ta’arufku berlangsung sebulan. Aku dan Gagah mantap untuk menikah. Hari Jumat pagi di Masjid Agung kota, Gagah mengucap janji suci itu. Air mata menjadi bukti bahagia yang tak mampu kuungkap. Barakallahu lakuma wa baraka alaikumaa wa jama’a bainakuma fii khaiir…doa yang dilantunkan oleh semua yang menyaksikan akad pernikahan kami. Alhamdulilah…



#OneDayOnePOst
 

Read More

Thursday, March 31, 2016

Part 1



Hujan sempurna membasahi sekujur tubuhku. Enggan menunda barang lima menit saja, pasti aku tak akan kehujanan. Sejak aku keluar kantor langit memang sudah menampakkan tanda akan turunnya hujan. Namun aku berdoa semoga hujan sudi menunggu hingga aku sampai di rumah. Namun apalah daya. Hanya butuh sepuluh detik, tubuhku akhirnya basah kuyup karena hujan turun dengan derasnya tepat di pengkolan dekat rumah.
Aku bergegas kedalam rumah setelah memarkirkan sepeda motor di teras. Kubuka pintu yang ternyata tidak dikunci, ternyata kedua orang tuaku ada di ruang tamu. Alih-alih cemas melihat putrinya basah kuyup, kedua orang tuaku justru tersenyum menatapku. Mereka kemudian saling tatap, tak lama ibu bangkit dan memelukku.
            “Tadi ada tamu, Nak.” Kata Ibu.
            “Siapa, Bu?” aku melepas pelukan ibu, kasihan kalau lama-lama nanti ibu kedinginan.
            “Perwira,” sahut Bapak.
            “Perwira? Maksudnya?” aku bingung.
            “Teman kamu,” jawab Bapak.
“Tidak ada temanku yang bernama Perwira, Pak.” Aku mencoba memutar memori   otakku. Tapi tetap tak kutemukan nama Perwira dalam daftar nama orang yang aku kenal.
            “Kalau Gagah Perwira tahu?” Ibu mendekap lembut kedua lenganku, dahiku
            mengkerut.
            “Sini sebentar, Nak.” Bapak menyuruhku duduk di sampingnya. Kedua orang tuaku
            sepertinya tak sadar anaknya sedang basah kuyup.
            “Ini proposal ta’aruf dari Gagah Perwira.” Kata Bapak.
Meskipun agak kaget karena baru kali ini aku menerima proposal ta’aruf, tapi hatiku biasa saja. Nama Gagah memang mengingatkanku pada seseorang, tapi aku tak tahu siapa Gagah Perwira. Kubuka amplop besar di tanganku. Ada beberapa lembar kertas, kuraih sebuah foto di dalamnya.
            Tiga detik menatap foto itu, aku sempurna mematung. Jantungku serasa berhenti berdetak. Tak sadar tanganku bergetar (mungkin karena kedinginan), mataku perih (mungkin kelilipan). Aku memeluk ibu, menangis. Ibu mendekapku semakin erat.

*BERSAMBUNG…
(belum kasih judul hihi)


#OneDayOnePost



Read More

© Liana's Blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena