ketika aku memilih berbicara lewat tulisan...

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, August 22, 2016

Tentang Rindu

bersabar dalam kerinduan :)




Rindu,
Adakah hal yang lebih menyesakkan dari sebuah kerinduan?

Kerinduan dari dua orang yang ditakdirkan bersama namun belum jua Tuhan pertemukan.
Jika langit merindu mentari saat malam menguasai, ia tak akan pilu. Sebab tau esok kan menghampiri.

Sedang aku?
Aku tak pernah tau kapan pertemuan itu. Dan inilah yang paling menyesakkan dari kerinduanku.

Merindu nama yang susunan abjadnya belum bisa kubaca.
Jika sudah begini, apa yang paling manjur mengobati kerinduan selain pertemuan?

Lagi, kembali kuucapkan.
Untuk kamu, juga aku. Selamat berjuang saling menemukan :)

-Ulfa Desiliana-
Tegal, 22 Agustus 2016
Read More

Thursday, March 3, 2016

Nanti Saat Kau Datang



Nanti saat kau datang
Mungkin aku lupa
Akan ribuan detik yang dulu
Aku lewati dalam penantian
Saat itu aku mungkin lupa
Akan semua tangisku
Memohon kesabaran akan hadirmu
Aku akan lupa
Tentang semua rasa sakit
Yang pernah ada di masa laluku
Nanti saat kau datang
Pasti kau lah orang
Yang akan sabar mendampingiku
Tulus meredam egoku
Ikhlas menegurku
Berjuang bersama mengharap rahmat-Nya
Dan aku masih menanti
Saat kau datang…


#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari


Read More

Sunday, February 14, 2016

Kepadamu yang pernah Tuhan titipkan



Untukmu yang pernah beriku bahagia
Terimakasih untuk masa depan
Yang pernah kau tawarkan
Memberiku sejuta harapan
Meski hadirmu hanya sekejap
Nyatanya luka ini masih menyelinap
Kepergianmu ibarat hujan
Menyisakan pelangi kenangan
Yang tak mungkin mampu kuhapus
Kini, bayang bahtera hidup bersama telah pupus
Aku hanya menunggu sang waktu
Menghapus kenangan itu satu demi satu
Sepertinya kau hanya seseorang yang Tuhan titipkan
Bukan untuk menggenapkan dan menyempurnakan
Maafkan aku yang mungkin juga sempat mengecewakan


#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#12 Feb

Read More

Monday, February 8, 2016

Sebait Mimpi

Tentang harapan yang tersimpan

Keyakinan yang kutanamkan

Mimpi yang kuperjuangkan

Namun nyata harus kulepas

Kucoba bangkit membangun baru

Kurangkai beriring doa

Berharap waktu kan berpihak

Namun lagi kutelan pahit

Haruskah aku menangis

Untuk apa?

Air mata cukuplah penawar

Mimpi itu masih tersimpan

Dan kuakan terus merayu

Agar esok langit berkenan


#OneDayOnePost
#FebruariMembara 
#8 Feb
















Read More

© Liana's Blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena